Pencitraan Diri

Artikel ke dua. Bingung sih mau ngomong apa. Mungkin dibagian ini aku mau ngomong tentang bagaimana cara aku ingin terlihat dimata orang. Alias men-citra-kan diri. Karena lewat tulisan-tulisanku nanti mungkin aku akan banyak ngomongin kebaikan, sementara aslinya gak baik-baik amat. Takut munafik sih. Tapi mendingan ngomongin yg baik (walaupun aslinya buruk), atau ngomongin yg buruk sekalian? Koment ya kalo sempet. Hehe.


Baiklah.

Apa adanya.
Saat ini aku ingin dilihat dimata orang sebagai yang biasa-biasa saja. Dulu aku selalu ingin berperan seperti pemeran utama, tapi nyatanya bukan. Kita berjalan dimuka bumi ini sama saja, pemeran biasa. Aku harus mencoba berfikir bahwa aku emang gak spesial. Biasa aja. Mamang-mamang biasa. Aa-Aa biasa. Ini mendorongku untuk menjadi manusia yang lebih humble.


Prestasi. Kebanggaan. Duniawi, dll.
Kadang aku suka membanggakan sesuatu yang pernah tercapai, kecerdasan, prestasi tertentu, pencapaian tertentu, pernah dapat gaji 3digit dolar, punya harta ini itu, bisa jalan-jalan kesini kesana, dll. Itu semua nothing. Guys percaya deh. Kalo Tuhan sudah menjentikan jarinya, kelar semua urusan. Paragraf ini mengajariku untuk selalu mengingat bahwa aku emang hanya titik tak berarti disemesta ini (bukan berarti pesimistis ya guys).


Keburukan, Aib, dll.
Point penting dalam hal citra diri adalah kejelekan. Aku sadar bahwa perbuatan buruk itu emang kita sendiri yang ngelakuin, dan itu terkumpul menjadi dosa dilangit dan menjelma seperti aib di bumi. Tugasku saat ini adalah memaafkan diri sendiri, dan menerima dengan ikhlas apa yang sudah terjadi. Yang utama adalah meminta maaf sebanyak-banyaknya ke Tuhan dan sebisa mungkin berubah ke yang lebih baik. Klasik sih: semua manusia punya masa lalu, sekelam apapun itu, tapi masa depannya masih suci. Kalaupun aib sudah terkumpul dimuka bumi ini, biarkan saja Tuhan yang menutupi. Kadang kita gak mau diomongin orang karena keburukan kita sendiri. Sedih sih emang. Tapi paragraf ini mendorongku untuk movo-on dan hanya fokus pada penilaian Tuhan, tidak manusia. Dan tidak membenci orang yang ngomongin kita.


Memperbaiki diri.
Seumuranku begini harusnya sudah sukses. Ya sudah lah yah, hindari kalimat mengeluh. Optimis aja kedepan. yang penting kita tau titik-titik dimana kita harus memperbaiki sesuatu.

Soal finansial?! kerja lah, gila. Lu ponakan Erik Tohir?

Soal spiritual?! minta ampun, dan sembahyang yg bener.

Soal kesehatan?! Olahraga beb. Jaga kondisi. Makan yang bener.

dll. Semua harus belence. Dan kita lihat dimasa depan apakah hasilnya lebih baik? Moga kita semua panjang umur. amiiin.

Komentar

Postingan Populer